Menurut Robin Brooks, kepala ekonom di Institute of International Finance (IIF), area mata uang bersama menghadapi pengetatan situasi keuangan yang tidak diinginkan karena kenaikan suku bunga AS menyeret mata uang di zona euro lebih tinggi.
Dengan demikian, EUR/USD menunjukkan ketahanan dalam menghadapi kenaikan imbal hasil obligasi AS dan melebarnya selisih imbal hasil obligasi antara AS dan zona euro dengan cara yang positif bagi USD.
Imbal hasil obligasi AS yang berdurasi lebih lama telah meningkat tajam selama beberapa minggu terakhir. Khususnya, imbal hasil Treasury 30 tahun naik di atas 2% untuk pertama kalinya sejak Februari 2020.
Meski begitu, EUR/USD naik hampir 200 pip menjadi 1,2144 dalam empat hari perdagangan terakhir.
Baca lebih lanjut dari artikel aslinya:
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

古いコメントはありません。ソファをつかむ最初のものになりましょう。