Vaksin AstraZeneca dan Oxford University diklaim memberikan perlindungan hingga 79 persen dalam uji klinis besar di Amerika Serikat.
Penemuan tersebut diumumkan dalam rilis berita dari AstraZeneca. Penelitian ini diharapkan dapat membantu kepercayaan global terhadap vaksin tersebut ketika lebih dari selusin negara (kebanyakan di Eropa) menangguhkan penggunaan suntikan tersebut karena kekhawatiran pembekuan darah.

Dilansir dari NYTimes, uji coba tersebut melibatkan lebih dari 32.000 peserta. Hasilnya, vaksin AstraZeneca 79 persen efektif secara keseluruhan dalam mencegah infeksi--lebih tinggi daripada yang diamati dalam uji klinis sebelumnya.
Uji coba juga menunjukkan bahwa vaksin menawarkan perlindungan yang kuat untuk orang tua, yang belum terwakili dengan baik dalam penelitian sebelumnya. Ditambah tidak ditemukannya peningkatan risiko pembekuan darah atau penyakit terkait, maupun kasus trombosis sinus vena serebral (pembekuan darah di otak yang dapat menyebabkan perdarahan berbahaya, yang menjadi isu serius di Eropa minggu lalu) pada peserta yang menerima uji coba vaksin COVID-19.
Diunggah ulang dari liputan6.com ,semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
25 Mar 2021, 12:36 を編集しました
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

古いコメントはありません。ソファをつかむ最初のものになりましょう。