Jika dilihat secara keseluruhan, pergerakan harga di pasar forex sangat dipengaruhi oleh adanya faktor fundamental. Meskipun analisa fundamental dapat sangat berguna untuk memprediksi suatu kondisi ekonomi di masa depan, namun ada saatnya predikisi fundamental tidak selalu benar.
Dalam prakteknya, analisa fundamental dengan menggunakan rilis data ekonomi atau pengumuman kebijakan moneter sering digunakan oleh para analis. Cara mengambil kesimpulan ketika membaca rilis data ekonomi atau pengumuman kebijakan bisa seperti ini :
“Ketika Suku bunga Federal Reserve dinaikan menjadi 1% maka akan membuat nilai tukar dolar AS menguat karena mendapatkan respon positif.” atau “Proses negosiasi Brexit masih belum menemui kesepakatan dan menemui jalan buntu”.
Jika kita merangkai dua data di atas dan merangkumnya menjadi satu, maka kita bisa menarik kesimpulan menjadi : Pasangan GBP/USD akan bergerak turun dan diperkirakan terus melemah dalam beberapa waktu ke depan.
Lain halnya jika kita hanya mempunyai satu data saja, pastinya kita juga membutuhkan informasi tambahan lainnya. Sebagai contoh seperti ini :

“Data CPI Amerika Serikat di bulan Agustus dirilis tidak sesuai dengan yang diharapkan dan di bawah angka pada bulan sebelumnya.”
Bagaimana jika kita hanya memiliki satu data seperti di atas, lalu apa yang bisa kita lakukan? Kita bisa membuka kembali ingatan terkait informasi sebelumnya, seperti pertemuan FOMC beberapa waktu lalu.
“Pada pertemuan FOMC di bulan Juni, The Fed mengatakan bahwa mereka berharap inflasi terus bergerak naik diiringi dengan tumbuhnya upah pekerja, sehingga dapat menaikan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.”
Nah, data CPI tadi ditambah dengan informasi pernyataan FOMC tentu bisa menjadi petunjuk kemana pergerakan dolar AS selanjutnya. Ketika Fed berharap inflasi terus tumbuh, namun di sisi lain inflasi konsumen malah tumbuh lambat ini tentu akan menghambat rencana-rencana Fed dalam menaikan suku bunga.
Kedua informasi di atas bisa menjadi sebuah petunjuk penting. Pasar berharap The Fed akan segera menaikan suku bunga pada bulan depan, namun dikarenakan inflasi tidak sesuai dengan yang diharapkan maka rencana kenaikan suku bunga kemungkinan besar akan ditunda.
Inilah yang menyebabkan nilai tukar dolar AS melemah karena sentimen pasar yang pesimis bahwa kemungkinan besar kenaikan suku bunga akan ditunda.
Diunggah ulang dari Forexsignal88, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

古いコメントはありません。ソファをつかむ最初のものになりましょう。