Susut 1,35 Persen, IHSG Tinggalkan Posisi 6.100

avatar
· Views 134

Susut 1,35 Persen, IHSG Tinggalkan Posisi 6.100

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin merosot pada perdagangan saham Selasa, (30/3/2021). Investor asing cenderung melakukan aksi jual di pasar reguler.


Mengutip data RTI, pukul 10.34 WIB, IHSG melemah 1,35 persen ke posisi 6.083,14. Indeks saham LQ45 tergelincir 1,38 persen ke posisi 920,40. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Sebanyak 345 saham melemah sehingga menekan IHSG. 110 saham menguat dan 147 saham diam di tempat. Pada sesi pertama, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.170 dan terendah 6.079,96.

Total frekuensi perdagangan saham 492.562 kali dengan volume perdagangan 7,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,7 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 126,60 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.407.

Secara sektoral, 10 sektor saham tertekan. Sektor saham konstruksi turun 2,47 persen. Diikuti sektor saham tambang susut 1,43 persen dan sektor saham barang konsumsi tergelincir 1,25 dan dan sektor saham keuangan melemah 1,29 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, saat ini masih terdapat data makro ekonomi domestik maupun global yang berpotensi memberikan pengaruh positif terhadap pergerakan IHSG. 

Saat ditanya mengenai dampak Archegos Capital Management yang gagal memenuhi margin call, Nafan menilai, hal itu dapat menjadi sentimen negatif. "Saya akui terdapat efek domino yang negatif terhadap kinerja indeks di Tanah Air khususnya," ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.


Gerak Saham

Susut 1,35 Persen, IHSG Tinggalkan Posisi 6.100

Saham-saham yang catat top gainers antara lain saham INPS naik 25 persen, saham ZYRX melambung 24,80 persen, saham SNLK meroket 24,75 persen, saham YPAS naik 22 persen, dan saham APEX melambung 16,75 persen.

Selain itu, saham-saham yang masuk top losers antara lain saham POLL turun 7 persen, saham MAYA tergelincir 7 persen, saham BKSW susut 6,98 persen, saham INPC merosot 6,94 persen, dan saham KMDS turun 6,93 persen.

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain saham BBKP sebesar Rp 8,4 miliar, saham INCO sebesar Rp 7,9 miliar, saham INKP sebesar Rp 7,4 miliar.

Lalu saham-saham yang dijual investor asing antara lain saham BBRI sebesar Rp 91,7 miliar, saham ASII sebesar Rp 15,7 miliar, dan saham UNVR sebesar Rp 14,1 miliar.

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,07 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 1,18 persen, indeks saham Jepang Nikkei naik 0,07 persen, indeks saham Thailand mendaki 0,29 persen.

Selain itu, indeks saham Shanghai menguat 0,59 persen, indeks saham Singapura menanjak 0,76 persen. Sedangkan indeks saham Taiwan melemah 0,08 persen.


Diunggah ulang dari Liputan6, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.

免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

この記事が気に入ったら、著者にチップを送って感謝の気持ちを表しましょう。
応答 0

古いコメントはありません。ソファをつかむ最初のものになりましょう。

  • tradingContest