PT Swasti Sumbermas Sarana Tbk (SMSS) mengalami peningkatan penjualan sebesar 22,63% menjadi Rp4,01 triliun sepanjang 2020. Angka tersebut merupakan apresiasi dibandingkan penjualan pada tahun sebelumnya di Rp3,27 triliun.
Laba Swasti Sumbermas Sarana Naik
Begitu juga dengan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak menjadi Rp 576,63 miliar. Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2019 yang hanya mencapai Rp11,68 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip oleh Investor Daily, pertumbuhan ini ditopang oleh penjualan minyak kelapa sawit dan produk-produk sejenis. Penjualan pada pihak ketiga melesat hingga Rp3,62 triliun atau naik 23,13% dari periode sebelumnya Rp2,94 triliun.
Perseroan juga mencatatkan peningkatan penjualan produk inti sawit dan minyak inti sawit masing-masing menjadi Rp 126,32 miliar dan Rp 257,95 miliar. Kenaikan pendapatan juga dikontribusi oleh keberhasilan perseroan menekan sejumlah beban.
Pada 2020, beban pokok pendapatan turun 17,54% menjadi Rp 2,21 triliun, dibandingkan tahun 2019 senilai Rp 2,26 triliun. Kemudian laba bruto berjumlah Rp 1,79 triliun. Beban penjualan Rp 81,69 miliar dari sebelumnya Rp 82,65 miliar.
Alhasil, penurunan beban ini mampu mengangkat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Laba melonjak menjadi Rp 576,63 miliar, dibandingkan tahun 2019 hanya Rp 11,68 miliar.
Kondisi Perusahaan Positif
Melesatnya laba juga membuat laba per saham perseroan naik menjadi Rp60,54 per saham dari Rp1,23 per saham. Sementara itu, total aset perseroan pada akhir Desember 2020 berjumlah Rp12,77 triliun.
Aset tersebut terdiri atas aset lancar Rp 3,41 triliun dan aset tidak lancar Rp9,36 triliun. Sedangkan, total liabilitas Rp7,90 triliun. Sebelumnya, Sawit Sumbermas Sarana menargetkan produksi minyak sawit mentah, meningkat 15% dengan harapan laba bersih senilai Rp500 miliar sepanjang 2021.
Sekretaris Perusahaan Sawit Sumbermas Sarana, Swasti Kartikaningtyas, menjelaskan perseroan akan memanfaatkan tren kenaikan harga CPO. Selain itu, target akan dicapai dengan intensif melakukan pemupukan dan perawatan tanaman.
Swasti menambahkan, perseroan juga menyiapkan anggaran belanja modal sebanyak Rp300 miliar dengan rincian penggunaan sebesar 85%. Penggunaan digunakan untuk perawatan dan pemupukan dan sisanya yakni 15% untuk keperluan penanaman yang bersumber dari kas perusahaan.
Diunggah ulang dari Trader Harian, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

古いコメントはありません。ソファをつかむ最初のものになりましょう。