Strategi Aktif dan Pasif dalam Investasi Saham

avatar
· Views 110

Strategi Aktif dan Pasif dalam Investasi Saham

Untuk kalian yang sudah mulai terjun ke dunia investasi saham, sering gak sih mendengar istilah strategi aktif dan pasif dalam investasi saham? Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan strategi investasi saham tersebut dan bagaimana cara kerjanya? Simak ulasannya di bawah ini, yuk!

Di serial #CerdasCuan kali ini, topik yang akan kamu pelajari adalah:

  • Perbedaan dari strategi aktif dan pasif dalam investasi saham
  • Strategi investasi saham dengan indeks 

Strategi Aktif dan Pasif dalam Investasi Saham

Ekuitas adalah salah satu kelas aset utama yang mewakili bagian kepemilikan di perusahaan. Ketika kamu mempertimbangkan untuk memasukkan ekuitas dalam portofoliomu, ada beberapa strategi yang bisa kamu gunakan sebagai pendekatannya: strategi aktif atau pasif.

Kita akan membahas tentang dua strategi untuk berinvestasi pada ekuitas atau saham. 

Strategi Aktif dalam Investasi Saham

Yang dimaksud dengan berinvestasi aktif adalah dengan terlibat langsung dalam aktivitas membeli dan menjual saham. Orang yang berinvestasi aktif biasanya setiap hari memantau perdagangan harian di pasar saham dan melakukan transaksi.

Selain itu, tujuan dari berinvestasi aktif adalah untuk mengambil keuntungan penuh dari pergerakan harga saham jangka pendek. Bisa saja dalam beberapa jam, satu hari, atau pun beberapa hari. Dengan kata lain, investor aktif ini bertujuan untuk mengalahkan pasar ataupun beat the market.

Bekal yang diperlukan untuk berinvestasi akif adalah berupa keahlian untuk menganalisa aset atau saham tersebut. Dengan cara ini, mereka dapat menganalisa pasar dan mencari tahu kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual saham. Salah satu contoh pekerjaan yang memerlukan investasi aktif adalah manajer portfolio dan timnya, di mana mereka juga melihat faktor kualitatif dan kuantitatif. 

Strategi Pasif dalam Investasi Saham 

Ketika kamu berinvestasi pasif, maka tujuan investasimu adalah untuk jangka panjang. Di sini, investor lebih cenderung untuk memiliki menalitas buy and hold (beli dan tahan). Investor dapat menggunakan strategi aktif untuk memilih sekuritas atau reksadana tetapi kemudian menguncinya untuk menahannya dalam jangka panjang, dan ini umumnya dianggap bersifat pasif.

Keuntungan dari investasi pasif adalah efek compounding atau akumulasi. Dengan kata lain, keuntungan yang telah kamu terima dari kenaikan harga saham atau dividen, diinvestasikan kembali. Jadi, keterlibatan untuk aktivitas investasi ini minimal, dan strateginya pun tidak berubah.

Cara investasi seperti ini termasuk hemat biaya, karena jumlah transaksi yang kamu lakukan lebih sedikit dibandingkan jika kamu aktif bertransaksi. Artinya kamu dapat menyisihkan lebih banyak dana untuk berinvestasi, dibandingkan untuk membayar biaya transaksi. Contoh dari berinvestasi pasif pada saham adalah dengan berinvestasi pada reksa dana saham atau pun berinvestasi pada indeks.

Strategi Aktif dan Pasif – Pro dan Kontra

Strategi Investasi pada Ekuitas

Berinvestasi pada indeks adalah sejenis investasi pasif. Dana indeks mengikuti indeks acuan yang mewakili saham-saham terpilih dari indeks tersebut. Jadi, jika kamu telah memulai investasi pada produk yang mengikuti sebuah indeks, sebenarnya kamu juga telah terdiversifikasi tanpa harus memilih saham individual. Contohnya adalah Indeks S&P500, sebuah produk yang mewakili 500 perusahan publik terbesar di AS dan akan segera rilis di Pluang!


Diunggah ulang dari Pluang, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.

免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

この記事が気に入ったら、著者にチップを送って感謝の気持ちを表しましょう。
応答 0

古いコメントはありません。ソファをつかむ最初のものになりましょう。

  • tradingContest