
Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) turun ke bawah $64.00, di sekitar $63.50
Minyak WTI mengalami tekanan jual yang berat pada hari Kamis, memperpanjang penurunan dari ketinggian 8 minggu di sekitar $66.60 yang berhasil dicapai pada awal bulan ini. Terus naiknya kasus Covid – 19 di India terus memicu kekuatiran akan pemulihan permintaan minyak mentah kedepannya. Hal ini berbalik mengatasi optimisme karena pelonggaran restriksi yang terjadi di Eropa maupun AS, laporan dari International Energy Agency (IEA) dan bahkan proyeksi dari OPEC.
Laporan dari Energy Information Administration (EIA) AS yang dipublikasikan pada hari Rabu menunjukkan bahwa Stok minyak mentah AS turun – 0.4 juta barel di minggu yang berakhir pada tanggal 7 Mei. Sementara para analis memperkirakan penurunan hanya sebesar – 2.8 juta barel.
OPEC mempertahankan outlook yang optimis mengenai permintaan minyak di dalam laporannya pada hari Selasa yang mengatakan konsumsi kemungkinan akan naik sebanyak 5.95 juta barel per hari pada tahun 2021 atau 6.6% per tahun.
“Support” terdekat menunggu di $62.95 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $62.58 dan kemudian $61.67. “Resistance” yang terdekat menunggu di $63.86 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $64.39 dan kemudian $65.30.
Diunggah ulang dari vibiznews, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

古いコメントはありません。ソファをつかむ最初のものになりましょう。