avatar
· Views 161
Dominasi Dolar AS Masih Kuat, Apa Efeknya ke Pasar Derivatif Valas? Dolar AS terus menguat di tengah kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian perang Timur Tengah dan potensi berakhirnya era suku bunga rendah serta ancaman kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral akibat tekanan geopolitik & ekonomi global. Pada pembukaan perdagangan, Senin (04/05/2026), Rupiah melemah ke level Rp 17.320 per Dolar AS. Dimana kondisi ini tidak lepas dari kondisi pasar di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global yang menyebabkan investor mencari aset lindung nilai seperti Dolar AS dan menekan nilai Rupiah. Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Budi Susanto mengungkapkan konsensus pasar yang memperkirakan kondisi tekanan terhadap Rupiah ini terus menurun seiring dengan tren pelemahan indeks Dolar AS hingga akhir tahun 2026 sehingga diharapkan penguatan Rupiah dapat terjadi. Saat ini kondisi volatilitas yang masih tinggi membuat kebutuhan hedging atau lindung nilai masih sangat tinggi guna melindungi aset maupun transaksi.

免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

この記事が気に入ったら、著者にチップを送って感謝の気持ちを表しましょう。
応答 4
avatar
oooh
avatar
Waduuh
avatar
😱😱
avatar
Parah ni

-終わり-

  • tradingContest