
(Vibiznews – Forex) GBP/USD diperdagangkan disekitar 1.41, naik dari kerendahannya dengan dollar AS mengalami penurunan bersamaan dengan turunnya yields treasury AS. Inggris memperpanjang pembukaan kembali kegiatan ekonominya pada hari Senin dengan tambahan kegiatan termasuk international travel.
Ronde terakhir dari pelonggaran telah dimulai pada hari Senin, termasuk aktifitas rekreasi. PM Johnson telah mengumumkan seminggu lalu meskipun tercemari dengan penyebaran varian baru dari India membebani sterling. Namun vaksin kelihatannya bisa mengatasi mutase virus lagipula Inggris sudah jauh dalam usah imunisasi yang mencapai orang-orang berusia 35 tahun ke atas.
Sementara di Inggris, kembalinya kegiatan di airport dan pubs mendukung naik poundsterling, dollar AS sedang menghadapi tekanan yang baru.
Penyebab dari kenaikan dollar AS adalah ketakutan akan naiknya inflasi AS yang bisa memaksa Federal Reserve AS untuk mengurangi skema pembelian obligasi dan nantinya menaikkan tingkat bunga. Ketakutan akan naiknya inflasi disebabkan oleh lompatnya Consumer Price Index (CPI) AS di bulan April dan juga Consumer Sentiment Index dari Universitas Michigan untuk bulan Mei. Namun, Cina melaporkan kenaikan dalam penjualan ritel bulan April hanya 17.7% dibandingkan dengan yang diperkirakan sebesar 25%. Tidak ada “supercycle” komoditi tanpa Cina. Hal ini membuat the Fed akan semakin berani terus bersikap dovish yang akan menekan dollar AS turun.
Secara keseluruhan lebih banyak ruang bagi Sterling untuk naik daripada turun.
“Support” terdekat menunggu di 1.4080 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.4010 dan kemudian 1.3975. “Resistance” terdekat menunggu di 1.4130 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.4180 dan kemudian 1.4240.
Diunggah ulang dari Vibiznews, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

古いコメントはありません。ソファをつかむ最初のものになりましょう。