Harga minyak melemah setelah cetak rekor penutupan tertinggi dalam 2 tahun

avatar
· Views 101
Harga minyak melemah setelah cetak rekor penutupan tertinggi dalam 2 tahun

Harga minyak mentah tergelincir pada awal perdagangan hari ini. Namun, minyak tetap berada di jalur kenaikan mingguan ketiga di tengah ekspektasi untuk pemulihan permintaan bahan bakar di Eropa, China dan Amerika Serikat (AS).

Jumat (11/6) pukul 09.10 WIB, harga minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Agustus 2021 turun 23 sen atau 0,3% menjadi US$ 72,29 per barel. Posisi ini membalikkan sebagian besar penguatan pada sesi sebelumnya, yang membawa Brent ke penutupan tertinggi sejak Mei 2019.

Setali tiga uang, harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juli 2021 tergelincir 22 sen atau 0,3% ke level US$ 70,07 per barel. Pada sesi sebelumnya WTI melesat 0,5% ke penutupan tertinggi sejak Oktober 2018.

Dengan posisi saat ini, Brent akan naik 0,5% di minggu ini. Sementara WTI melesat 0,6%. 

"Jika Anda mengambil minggu ini, kami pasti telah melihat harga terangkat pada beberapa harapan permintaan, tetapi itu beragam," kata analis komoditas Commonwealth Bank Vivek Dhar.

"Data stok AS tidak memberikan gambaran yang bagus. Kami melihat stok bensin dan sulingan benar-benar melonjak. Menjelang akhir minggu itu meredam semangat harga minyak," tambah Dhar. 

Rabu (9/6), Energy Information Administration melaporkan, persediaan bensin AS naik 7 juta barel di pekan yang berakhir 4 Juni. Stok sulingan juga naik 4,4 juta barel, keduanya jauh lebih banyak dari yang diperkirakan para analis.

Namun, data yang menunjukkan lalu lintas jalan kembali ke tingkat sebelum Covid-19 terjadi di Amerika Utara dan sebagian besar Eropa cukup menggembirakan, kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan.

"Bahkan pasar bahan bakar jet menunjukkan tanda-tanda perbaikan, dengan penerbangan di Eropa naik 17% selama dua minggu terakhir, menurut Eurocontrol," kata analis ANZ.

Sokongan tambahan bagi harga minyak datang dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang memperkuat pandangan permintaan 2021 mencapai 5,95 juta barel per hari, naik 6,6% dari tahun sebelumnya.

"Secara keseluruhan, pemulihan pertumbuhan ekonomi global, dan karenanya permintaan minyak, diperkirakan akan mendapatkan momentum di paruh kedua," kata OPEC dalam laporan bulanannya.


Diunggah ulang dari kontan, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.

免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

この記事が気に入ったら、著者にチップを送って感謝の気持ちを表しましょう。
応答 0

古いコメントはありません。ソファをつかむ最初のものになりましょう。

  • tradingContest