Saham Asia Melemah di Tengah Kegelisahan Penyebaran Varian Delta COVID-19

avatar
· Views 185

Saham Asia Melemah di Tengah Kegelisahan Penyebaran Varian Delta COVID-19© Reuters.

Oleh Gina Lee

Investing.com - Saham-saham di Asia Pasifik mayoritas beranjak turun pada Senin (28/06) pagi di tengah terus menyebarnya varian delta virus COVID-19 yang lebih ganas dan bank sentral mempertimbangkan untuk menarik langkah-langkah stimulusnya. Nikkei 225 Jepang turun tipis 0,12% ke 29.032,50 pukul 10.05 WIB menurut data Investing.com dan KOSPI Korea Selatan juga turun 0,13% di 3.298,52.

Di Australia,ASX200 turun tipis 0,03% ke 7.306,00. Kota Sydney saat ini dikunci untuk menangani wabah terbaru yang melibatkan varian Delta COVID-19. Gubernur Reserve Bank of Australia Philip Lowe juga akan berpidato di KTT perbankan di kota itu pada hari Selasa.

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan IHSG bergerak melemah 0,63% di 5.984,20 pukul 10.22 WIB.

Pasar Hong Kong ditutup pada pagi hari. Shanghai Composite  China turun tipis 0,04% di 3.606,12 pukul 10.07 WIB dan Shenzhen Component naik 1,04% di 15.159,15. Negara ini memiliki minggu yang sibuk di mana indeks pembelian manajer (PMI) manufaktur  dan non-manufaktur akan dirilis pada hari Rabu dan Presiden China Xi Jinping menyampaikan pidato untuk menandai peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis China sehari kemudian.

Saham-saham global naik kembali ke rekor tertinggi karena investor mencerna data inflasi yang dirilis oleh AS selama minggu sebelumnya. Indeks pengeluaran konsumsi pribadi inti tumbuh lebih kecil dari perkiraan 0,5% bulan ke bulan di bulan Mei dan tumbuh 3,4% setahun.

Investor juga terus memantau kemajuan kesepakatan infrastruktur bipartisan AS dengan Presiden AS Joe Biden, senilai $1,2 triliun selama delapan tahun.

"Investor sangat memperhatikan kemajuan kesepakatan infrastruktur bipartisan Biden di Kongres AS. Paket tersebut dapat meningkatkan permintaan signifikan, didorong oleh investasi infrastruktur energi terbarukan dan kendaraan elektronik (EV)," kata analis ANZ dalam catatan.

Kekhawatiran atas sikap hawkish Federal Reserve AS yang mengejutkan dalam keputusan terbaru yang dilansir pada awal bulan juga memudar, yang pada gilirannya meningkatkan sentimen investor.

Bahkan ketika lebih sedikit investor tetap khawatir tentang meningkatnya tekanan inflasi yang memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga, kekhawatiran tetap ada tentang bagaimana keputusan Fed akan berdampak pada bank sentral lain yang bergerak maju.

The Fed "jauh dari pengurangan, mereka jauh dari kenaikan suku bunga, tetapi pada titik tertentu, jika pasar melihat Fed terlalu jauh di belakang kurva, Anda akan mulai melihat beberapa penyesuaian pada ujung panjang kurva," Kepala Investasi FlowBank SA Charles-Henry Monchau mengatakan kepada Bloomberg.

“Kita mungkin tidak melihat puncak imbal hasil obligasi. Saya tidak akan terkejut melihat beberapa penyesuaian dalam beberapa bulan mendatang. Itu mungkin menjadi alasan pasar untuk mengambil sedikit keuntungan,” tambahnya.

Investor sekarang akan menunggu rilis laporan pekerjaan AS bulan Juni, termasuk gaji pekerja non pertanian, yang akan dirilis pada hari Jumat.

Di seberang Atlantik, investor juga akan memperhatikan komentar dari Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde, yang akan dirilis pada hari Jumat. Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) juga akan bertemu di Paris pada hari Rabu untuk menyelesaikan proposalnya untuk merombak minimum perpajakan perusahaan global.



Diunggah ulang dari investing, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.


免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

この記事が気に入ったら、著者にチップを送って感謝の気持ちを表しましょう。
応答 0

  • tradingContest