
Pasar saham Eropa tampaknya akan dibuka melemah pada Senin (12/07) petang dengan investor memulai minggu dengan hati-hati sembari mencari petunjuk baru.
Pada pukul 14.20 WIB, DAX futures Jerman melemah 0,28% di 15.707,0, CAC 40 futures Prancis turun 0,31% di 6.507,5 dan FTSE 100 futures di Inggris turun 0,26% di 7.024,0 menurut data Investing.com. Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat 0,63% di 6.078,15 pukul 14.35 WIB.
Indeks utama di Eropa mengakhiri pekan lalu dengan kenaikan tajam. DAX Jerman naik 1,7%, CAC 40 di Prancis naik lebih dari 2% dan FTSE 100 naik 1,3%. Pergerakan ini sejalan dengan penguatan di Wall Street dan pelonggaran kebijakan di China membantu menenangkan beberapa kecemasan baru-baru ini muncul atas pertumbuhan global.
Selain itu, ada banyak alasan bagi investor untuk mengambil sikap waspada minggu ini.
Presiden European Central Bank Christine Lagarde mengatakan pada hari Minggu bahwa bank sentral akan memperbarui proyeksinya mengenai stimulus moneter pada pertemuan berikutnya, dan mengindikasikan bahwa kebijakan baru kemungkinan akan diperkenalkan pada tahun 2022 untuk mendukung perekonomian Eropa guna untuk menggantikan program pembelian obligasi yang ada saat ini.
Pekan lalu ECB mengubah sikapnya terhadap inflasi, berpotensi memungkinkan CPI naik lebih tinggi dari target 2% jika keadaan menentukan.
Jauh dari Eropa, AS akan merilis data inflasi utama untuk Juni pekan ini, sementara Ketua Federal Reserve Jerome Powell akan bersaksi di depan Kongres AS pada hari Rabu dan Kamis, berpotensi memberikan petunjuk tentang pemikiran bank sentral mengenai tapering.
Lebih lanjut, China akan merilis data PDB kuartal kedua pada hari Kamis di tengah kekhawatiran mereka bisa mengecewakan karena adanya pelonggaran tiba-tiba dalam kebijakan moneter minggu lalu.
Jumlah kasus Covid-19 terus meningkat di sebagian besar wilayah Asia, sementara AS memiliki kasus terbanyak sejak pertengahan Mei di tengah penyebaran varian delta di bagian negara yang kurang mendapat vaksinasi.
Minggu ini juga melihat awal musim pendapatan kuartalan di Wall Street, seperti Goldman Sachs (NYSE:GS), JPMorgan Chase (NYSE:JPM) dan PepsiCo (NASDAQ :PEP) akan melaporkan kinerja pada hari Selasa.
Kembali di Eropa, ASOS (LON:ASOS) kemungkinan akan menjadi sorotan Senin setelah raksasa AS Nordstrom (NYSE:JWN) mengumumkan telah mengakuisisi saham minoritas di empat merek yang dimiliki oleh rumah mode online Inggris, termasuk Topshop dan Miss Selfridge, dalam upaya untuk menggaet pembeli muda.
Sementara, harga minyak terus turun pada hari Senin di tengah ketidakpastian di dalam sektor tersebut akibat kembali meningkatnya kasus Covid-19 secara global dan tidak tercapainya kesepakatan pada pertemuan terakhir Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan negara mitra lain (OPEC+) mengenai tingkat produksi.
Namun, harga tetap pada level yang tinggi setelah para pejabat AS melaporkan penurunan besar persediaan minyak mentah negara dan melonjaknya permintaan bensin.
Pada pukul 14.32 WIB, harga minyak mentah AS terus turun 0,62% di $74,10 per barel, sedangkan harga Brent juga turun 0,65% di $75,06 per barel.
Adapun, harga emas berjangka turun 0,43% di $1.802,80 per troy ons dan EUR/USD turun tipis 0,01% di 1,1871.
Diunggah ulang dari investing, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。
