
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak negatif pada perdagangan esok hari, Senin (27/9). Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (24/9), IHSG
naik tipis 0,03% ke level 6.144,82.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama menilai, minimnya sentimen dari dalam negeri memberikan ruang gerak yang terbatas bagi IHSG.
"Saya memproyeksi, IHSG esok hari akan melemah terbatas dengan support di level 6.100 dan resistance di 6.169," kata Okie saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (24/9).
Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan juga melihat, ada potensi koreksi teknikal ke kisaran 6.100-6.130 pada perdagangan besok dengan resistance 6.175. Hal tersebut salah satunya didasari oleh terbentuknya pola spinning top di area resistance yang umumnya mengindikasikan kecenderungan minor reversal.
Di luar pertimbangan teknikal, menurut Valdy, pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi oleh pidato para petinggi bank sentral Amerika Serikat The Fed, termasuk Kepala The Fed Jerome Powell pada Jumat (24/9) malam.
"Pelaku pasar mengharapkan petunjuk lebih lanjut, khususnya terkait rencana pengurangan stimulus moneter oleh The Fed," ucap Valdy.
Akan tetapi, dalam acara bertajuk Fed Listens: Perspectives on the Pandemic Recovery, sambutan yang disiapkan Powell tidak merinci prospek kebijakan ekonomi atau moneternya. Sementara pada pertemuan sebelum itu, The Fed tidak memberikan sinyal bahwa kebijakan tapering akan dilakukan dalam waktu dekat.
Oleh sebab itu, menurut Valdy, pelaku pasar masih dapat mencermati saham-saham bank, di antaranya AGRO, BBCA, BBNI, dan BBRI pada Senin (27/9).
Di luar saham bank, UNTR, TINS, PWON, BSDE, dan ICBP juga layak untuk diperhatikan.
Diunggah ulang dari kontan, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。
