Aset risiko kembali mengumpulkan minatnya di pasar. Saham-saham di Asia Pasifik seperti Nikkei bergerak menguat dan dolar AS kembali melemah pada Kamis (14/10) pagi dengan pertimbangan faktor inflasi dapat mempengaruhi langkah kebijakan suku bunga global.
Mengutip laporan Reuters Kamis (14/10) pagi dari data ekonomi tadi malam, AS merilis kenaikan harga konsumen sebesar 5,4% pada basis tahun ke tahun bulan lalu serta ada kegelisahan yang muncul di kalangan petinggi Federal Reserve bulan lalu mengenai inflasi dalam risalah rapat yang dirilis dini hari tadi dan notulen itu menyebut kesepahaman Fed untuk memulai pembelian aset.

Pasar kini menunggu pengumuman data harga produsen AS dan angka klaim pengangguran serta penampilan dari petinggi Bank of England dan Federal Reserve pada Kamis ini.
Pukul 10.23 WIB, indeks Nikkei menguat 1,18% ke 28.472,50 menurut data Investing.com, KOSPI juga menguat 1,26% di 2.981,43, S&P/ASX 200 di Australia bergerak naik 1,18% di 7.358,00 dan IHSG menguat 1,35% di 6.625,29. Pasar Hong Kong ditutup libur hari ini. Di China, Shanghai Composite naik tipis 0,10% di 3.565,31 pukul 10.28 WIB dan Shenzen Component naik 0,03% ke 14.357,25.
Dari Wall Street, Indeks S&P 500 menguat 0,30% ke 4.363,80, Nasdaq menguat 0,73% ke 14.571,6 dan Dow Jones stagnan di level 34,377.81 pada penutupan Rabu setempat. Adapun indeks dolar AS bergerak melemah tipis 0,02% di 94,058 pukul 10.39 WIB, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun terus menguat 0,34% di 1,554 hingga pukul 10.22 WIB. Dan harga emas turun 0,26% di 1.789,95.
Sumber: Investing
Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

古いコメントはありません。ソファをつかむ最初のものになりましょう。