Lawan Mata Uang Asia dan Dunia Langsung Tumbang, Rupiah yang Malang

avatar
· Views 451

Sentimen domestik dan global menekan nilai tukar rupiah di kisaran Rp14.000 per dolar AS pada Selasa, 19 Oktober 2021. Rupiah terkoreksi secara global di tengah ekspektasi bank sentral AS, The Fed, akan memperketat kebijakan moneter lebih cepat dari yang diperkirakan pada pertengahan November 2021.


Sementara itu, sentimen domestik yang mebayangi gerak rupiah ialah penantian hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan akan kembali menahan suku bunga acuan di level 3,5%. Melansir dari RTI, rupiah hari ini mengalami koreksi sedalam -0,19% ke level Rp14.078 per dolar AS terhitung sampai pukul 09.53 WIB.

Lawan Mata Uang Asia dan Dunia Langsung Tumbang, Rupiah yang Malang

Minimnya amunisi juga membuat rupiah tertekan di hadapan dolar Australia sedalam -0,58%. Bahkan, rupiah tak berdaya di hadapan dua mata uang Eropa, yakni poundsterling (-0,39%) dan euro (-0,40%).


Di Asia, rupiah menempati posisi terbawah ketiga setelah ringgit (0,15%) dan dolar Taiwan (0,08%). Rupiah keok atas sebagaian besar mata uang Asia, termasuk won (-0,59%), dolar Singapura (-0,36%), baht (-0,36%), yuan (-0,32%), yen (-0,28%), dan dolar Hong Kong (-0,17%).


Sumber: Investing

Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli

免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

この記事が気に入ったら、著者にチップを送って感謝の気持ちを表しましょう。
応答 0

古いコメントはありません。ソファをつかむ最初のものになりましょう。

  • tradingContest