
Apple kembali sempat melampau catatan rekor kapitalisasi pasar USD 3 triliun atau setara Rp 43.105 triliun (asumsi kurs Rp 14.368 per dolar AS) pada Selasa, 5 Januari 2022. Namun, saham Apple kembali tergelincir.
Perusahaan di bawah pimpinan Tim Cook meroket tipis USD 182,94 atau setara Rp 2,61 juta. Sebelumnya saham Apple sentuh USD 182,63. Saham Apple ditutup di level USD 182,86.
Kontrak Apple merupakan opsi saham AS kedua paling efektif dalam perdagangan pada Selasa, 5 Januari 2022, menurut dara Options Clearing Corp (ICC) pada 8,21 ET. Posisi pertama bertengger perusahaan milik Elon Musk, Tesla. Kontrak Apple tertinggi adalah opsi panggilan pada 20 Januari dengan nilai kesepakatan mencapai USD 200, data Refinitiv.
Refinitiv pun melaporkan perusahan yang berbasis di California ini menyumbang hampir 7 persen dari indeks S&P 500. Dengan kata lain, tertinggi untuk satu saham pada saat indeks acuan bertengger di puncak.
Pandemi COVID-19 menjadi katalis lonjakan permintaan iPhone, Macbook dan iPad. Otomatis menyokong nilai kapitalisasi pasar Apple melewati USD 2 triliun atau setara Rp 28,7 kuadriliun. Prestasi ini tercatat pada Agustus 2020 kemudian melanjutkan perkembangan setelah 16 bulan.
Dicetak ulang dari Liputan6, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。
