
Dilatar belakangi perihatinan atas kurangnya pemerataan tenaga pengajar yang berkualitas, Happy Hearts mengambil inisiatif gerakan membangun perpustakaan sekolah. Happy Hearts Indonesia mulai mengidentifikasi sekolah-sekolah di daerah khususnya yang terkena bencana alam seperti kejadian gempa bumi di Yogyakarta pada tahun 2006. Mereka mulai melakukan pembangunan perpustakaan sekolah di tahun 2017.
Bagi mereka, perpustakaan adalah tempat dimana pengetahuan ditampung, dipahami, diajarkan dan ditingkatkan. Tak hanya sampai disitu, Happy Hearts Indonesia yang berkolaborasi dengan Octa Investama Berjangka melalui project pendanaan Happy Hearts Fund.
Selain membangun perpustakan mereka juga berencana akan membangun sekolah termasuk di dalamnya mengembangkan kurikulum dan pelatihan softskill kependidikan seperti manajemen perpustakaan untuk guru dan pustakawan yang ditunjuk untuk menegakkan standar tinggi kemajuan kualitas pendidikan dalam jangka panjang.
Salah satu perpustakaan yang dibangun ada di SDN Sanpak, Kupang, Nusa Tenggara Timur.
“Kami merasa sangat beruntung dan berterima kasih atas dibangunnya perpustakaan ini sebagai sarana infrastruktur pendukung bagi peningkatan kualitas pendidikan khususnya bagi kami warga lokal di sini. Ini sangat lah penting dan berarti bagi masa depan guru dan khususnya siswa-siswa kami serta komunitas warga lokal di sini,” ujar Wahelmina Sonbait, Spd selaku Kepala Sekolah SDN Sanpak, Kupang, Nusa Tenggara Timur dalam keterangannya, Senin.
Dengan dibangun nya perpustakaan yang berada di kecamatan Fatuleu, kabupaten kupang, NTT ini diharapkan bisa menjadi langkah awal bagi sebuah lompatan besar yang sangat berpengaruh di masa depan khususnya bagi perbaikan kualitas pendidikan dan hidup masyarakat setempat.
Dicetak ulang dari Berita Satu, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。
