ICDX: Tahun Ini, Emas Diprediksi Kembali Menjadi Primadona Investasi

avatar
· Views 114

ICDX: Tahun Ini, Emas Diprediksi Kembali Menjadi Primadona Investasi

Komoditas emas diprediksi akan kembali menjadi primadona investasi selama 2023 setelah merajai transaksi di pasar komoditas tahun 2022. ICDX mencatat, produk yang menjadi penyumbang terbesar transaksi PBK adalah kontrak emas dengan total volume transaksi sepanjang 2022 mencapai 605.649 lot settled.

 

Direktur ICDX Nursalam mengatakan, lebih dari setengah total volume transaksi semua produk multilateral yang diperdagangkan di ICDX yakni emas, valuta asing (forex), dan minyak mentah.

 

“Total volume transaksi multilateral ICDX pada 2022 mencapai 941.156 lot settled,” kata Nursalam kepada Kontan.co.id, Kamis (12/1).

 

Nursalam memprediksi bahwa pergerakan positif emas akan berlanjut hingga awal 2023. Sebab, hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Desember 2022 menunjukkan para pembuat kebijakan The Fed sepakat perlu memperlambat laju kenaikan suku bunga yang agresif dengan mempertimbangkan fleksibilitas dalam membuat kebijakan moneter.

 

“Proyeksi kenaikan tambahan tingkat suku bunga Amerika Serikat pada 2023 sebesar 75 bps dengan target kebijakan menjadi di tingkat 5,1%, saat ini berada di kisaran 4,25%-4,50%,” ungkap dia.

 

Menurut Nursalam, ekspektasi kenaikan suku bunga acuan yang lebih kecil berpotensi mengembalikan daya tarik emas sebagai aset safe-haven, terlebih dengan adanya kekhawatiran resesi.

 

Selain itu, IMF juga memangkas proyeksi pertumbuhan global di tahun 2023 menjadi 2,9% pada bulan Oktober 2022, dibandingkan proyeksi IMF Juli sebelumnya yaitu 2,7%. Pemangkasan itu dilakukan seiring dengan melambatnya pertumbuhan tiga penggerak ekonomi terbesar dunia (AS, China, dan Eropa).

 

“Emas sensitif terhadap pergerakan kenaikan tingkat suku bunga acuan. Jika The Fed mengadopsi kebijakan yang kurang agresif dibandingkan tahun lalu, maka berpotensi menjadi prospek baik bagi emas,” kata Nursalam.

 

Analis Monex Investindo Futures Andian Wijaya menilai semua produk komoditas sebenarnya tak bisa dipukul rata. Sebab, ada beberapa komoditas yang masih tinggi peminat, sedangkan ada beberapa produk yang mungkin akan mengalami penurunan permintaan.

 

Namun, Andian menilai harga logam emas masih berpeluang naik, mengingat ada rencana The Fed untuk tidak bersikap agresif di tahun 2023. Sehingga, sangat mungkin pelaku pasar kembali mengalihkan minat kembali ke emas.

 

Tidak menutup kemungkinan bahwa emas juga akan mencatat level tinggi baru di tahun 2023 jika The Fed memegang komitmen untuk tidak menaikkan suku bunga secara signifikan dan mempertahankan suku bunga di pertengahan tahun.

 

“Dengan rentang perdagangan di akhir tahun 2023 pada kisaran US$ 2.000-US$ 2.100 dengan asumsi naik,” kata Andian kepada Kontan.co.id, Kamis (12/1).

 

Selain sebagai aset lindung nilai, Andian menilai data yang diukur ketika melihat pergerakan harga logam lebih cenderung ke data pasar Amerika Serikat (AS).

 

Dicetak ulang dari Kontan, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

この記事が気に入ったら、著者にチップを送って感謝の気持ちを表しましょう。
応答 0

古いコメントはありません。ソファをつかむ最初のものになりましょう。

  • tradingContest