
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Pemprov Sulawesi Utara serta Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti ), ICDX Group, Aspebtindo, PT Victory International Futures (VIF) Manado, dan Bank SulutGo mengadakan sosialisasi perdagangan berjangka komoditi, di Hotel Grand Whiz, Jumat (5/5/2023).
Ketua Panitia Pelaksana Wong Kwe Chen SE Msi mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan edukan dan literasi.
“Agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar dan utuh tentang industri perdagangan berjangka komoditi,” ujar Wong yang juga Branch Manager PT VIF Manado.
Kegiatan dibuka Kepala Disperindag Pemprov Sulut Daniel Mewengkang yang mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, kegiatan ini merupakan forum yang berharga karena memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
“Saya harap kegiatan dapat memberi pencerahan dan motivasi bagi pelaku perdagangan berjangkan komuditi yang hadir,” ujar Daniel.
Di kesempatan ini, Daniel juga memberikan informasi mengenai telah ada penerbangan langsung Manado-Narita (Jepang) yang dapat pula dimanfaatkan untuk perdagangan.
Wakil Ketua Kadin Sulut Jeffrey Delarue mewakili Ketua Kadin Rio Dondokambey mengatakan, perdagangan berjangka komoditi bermanfaat tetapi banyak yang belum paham.
“Sehingga dengan sosialisasi masyarakat menjadi paham,” ujarnya.
Dia berharap narasumber dapat memberi pencerahan sebaik-baiknya kepada peserta yang hadir.
Sementara, Direktur Utama PT VIF Purwo Yemianto dalam sambutannya mengatakan, acara ini juga merupakan rangkaian bulan literasi perdagangan berjangka dari Bappebti.
“Ini tonggak awal menggiatkan literasi, tingkatkan inklusi keuangan dan perdagangan berjangka komoditi pada masyarakat,” ujar Purwo.
Lanjutnya, image di publik yang kurang baik terhadap perdagangan berjangka komoditi dapat diperbaiki.
“Perselisihan mengenai perdagangan berjangka komoditi itu sebernanya karena pelaku perdagangan kurang paham, dan juga banyak kegiatan ilegal,” ungkapnya.
Kata dia, perusahaanya PT VIF telah terdapftar di Bappebti dari tahun 2003 dan sekarang cabangnya tersebar di semua kota besar di Indonesia.
Dia juga memberi tips singkat kepada calon nasabah jika mendapat tawaran perdagangan dari pialang, untuk membedakan yang terdaftar dan yang ilegal.
Pertama harus dicek apakah perusahaan mereka legal. “Legal itu ada izin Bappteti, ada di bursa dan anggota Aspebtindo,” ujarnya.
Lalu yang kedua, dalam menawarkan logis. “Jika ada yang menawarkan pasti untung itu tidak logis, karena perdagangan berjangka ini high risk (berisiko tinggi), tetapi juga bisa high return (untung besar),” ujarnya.
Dalam sosialisasi ini menghadirkan narasumber, Kepala Bappebti Didit Noordiatmoko MM, Direktur Utama ICDX Nursalam dan Ketua Umum Aspebtindo Udi Margo Utomo.
Hadir dalam sosialisasi hadi pula jajaran Kadin Sulut, Ketua Kadin Manado Jemmy Asiku, Ketua Hipmi Natanel Pepah serta para pelaku usaha perdagangan berjangka komoditi.
Dicetak ulang dari Tribun, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

古いコメントはありません。ソファをつかむ最初のものになりましょう。