Ekonom di MUFG Bank menganalisis prospek EUR setelah data inflasi Zona Euro yang melemah tajam yang dirilis minggu lalu.
Data inflasi yang lebih lemah akan memperkuat ekspektasi tidak adanya kenaikan suku bunga lagi dari ECB
Melemahnya prospek pertumbuhan Tiongkok telah menjadi salah satu faktor yang membebani Euro selama musim panas bersamaan dengan lemahnya pertumbuhan di Eropa dan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga ECB.
Rilis laporan CPI terbaru pada akhir pekan lalu mengungkapkan bahwa inflasi umum dan inflasi inti keduanya turun tajam masing-masing menjadi 4,3% dan 4,5% pada bulan September. Data inflasi yang lebih lemah akan memperkuat ekspektasi untuk tidak adanya kenaikan suku bunga lagi dari ECB dan menimbulkan keraguan apakah kenaikan suku bunga di bulan September diperlukan karena perekonomian Zona Euro saat ini juga sangat lemah. Hal ini membuat Euro rentan terhadap pelemahan lebih lanjut dalam jangka pendek.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

古いコメントはありません。ソファをつかむ最初のものになりましょう。