Euro melanjutkan pemulihan mingguannya terhadap Dolar AS.
Saham-saham di Eropa membuka sesi hari Kamis dengan nada beragam.
EUR/USD mempertahankan kenaikan harian di atas penghalang 1,0500.
Indeks USD (DXY) tampak berada di bawah tekanan di zona di bawah 107,00.
PMI Konstruksi di Jerman melemah pada bulan September.
Klaim mingguan dan pidato Fed menjadi pusat perhatian di seluruh dunia.
Euro (EUR) tampaknya akan melanjutkan rebound mingguan terhadap Dolar AS (USD), memotivasi EUR/USD untuk berada di sekitar area tepat di atas rintangan 1,0500 pada hari Kamis.
Sementara itu, Greenback berhasil membalikkan penurunan awal ke wilayah 106,50 ketika diukur dengan Indeks USD (DXY) di tengah hilangnya momentum terkait risiko dan masih belum adanya arah yang jelas dalam imbal hasil AS pada berbagai jatuh tempo. .
Dari sisi kebijakan moneter, investor masih mengantisipasi Federal Reserve (Fed) untuk menaikkan suku bunga sebesar 25bps sebelum akhir tahun. Pada saat yang sama, spekulasi pasar mengenai Bank Sentral Eropa (ECB) yang menghentikan penyesuaian kebijakan terus berlanjut, meskipun tingkat inflasi melampaui target bank tersebut dan meningkatnya kekhawatiran akan terjadinya resesi atau stagflasi di masa depan di wilayah tersebut.
Dari segi data, di kawasan euro, PMI Konstruksi di Jerman turun ke 39,3 pada bulan September dan sedikit meningkat menjadi 43,6 di kawasan euro yang lebih luas. Sebelumnya di sesi ini, surplus perdagangan Jerman melebar menjadi €16,6 miliar di bulan Agustus, sementara Produksi Industri di Prancis mengalami kontraksi bulanan sebesar 0,3% di bulan yang sama.
Di AS, Klaim Pengangguran Awal mingguan seperti biasa akan dirilis bersama dengan hasil Neraca Perdagangan dan pidato Loretta Mester dari Fed Cleveland (voter 2024, haw), Thomas Barkin dari Fed Richmond (voter 2024, sentris), Mary Daly dari Fed San Francisco (2024 pemilih, hawk), dan Gubernur FOMC Michael Barr (pemilih tetap, sentris).
Intisari harian penggerak pasar: Euro mengamati dinamika USD untuk mencari arah
EUR tetap dalam penawaran beli di atas 1,0500 vs USD pada hari Kamis.
Imbal hasil AS dan Jerman turun dari level tertinggi dalam beberapa tahun.
Investor memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sekali lagi sebelum akhir tahun.
Pasar mengantisipasi bahwa upaya pengetatan ECB akan terhenti.
Spekulasi intervensi valas pada USD/JPY masih tinggi.
Analisis Teknis: Prospek Euro masih negatif di bawah SMA 200-hari
EUR/USD tampaknya telah kembali tenang dan tampaknya mengkonsolidasi penembusan penghalang 1,0500.
Kembalinya tekanan jual dapat memaksa EUR/USD untuk mengunjungi kembali level terendah tahun 2023 di 1,0448 (3 Oktober) dan menguji level bulat di 1,0400. Penembusan level tersebut dapat menempatkan potensi pengujian terendah mingguan di 1,0290 (30 November 2022) dan 1,0222 (30 November 2022) kembali dalam radar.
Kenaikan lebih lanjut dapat mendorong pasangan ini untuk mencapai penghalang berikutnya di 1,0617 (29 September), sebelum mencapai SMA 200-hari yang penting di 1,0824. Jika pasangan ini menembus melampaui level ini, maka pasangan ini mungkin akan menguji tertinggi mingguan di 1,0945 (30 Agustus) serta penghalang psikologis di 1,1000. Setelah puncak bulan Agustus di 1,1064 (10 Agustus) dilewati, pasangan ini dapat menghadapi puncak mingguan di 1,1149 (27 Juli) dan puncak tahun 2023 di 1,1275 (18 Juli).
Namun, penting untuk diingat bahwa selama EUR/USD terus berada di bawah SMA 200-hari, tekanan bearish tambahan mungkin terjadi.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

古いコメントはありません。ソファをつかむ最初のものになりましょう。