- Dolar Australia naik karena sentimen pasar yang positif mendukung mata uang yang sensitif terhadap risiko.
- Dolar Australia terhibur oleh sentimen hawkish di sekitar RBA meskipun Neraca Perdagangan dan Izin Bangunan Australia melemah.
- Dolar AS menghadapi tantangan karena Ketua Fed Powell mengabaikan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Dolar Australia (AUD) melanjutkan kenaikannya pada hari Kamis meskipun data Neraca Perdagangan dan Izin Bangunan lebih lemah dari perkiraan yang dirilis oleh Biro Statistik Australia. Pasangan AUD/USD menerima dukungan dari sentimen pasar positif yang ada setelah pernyataan dovish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Rabu.
Dolar Australia menguat karena sentimen hawkish seputar Reserve Bank of Australia (RBA) yang mempertahankan suku bunga lebih tinggi pada tahun 2024. Data inflasi domestik yang lebih tinggi dari perkiraan yang dirilis minggu lalu telah meningkatkan ekspektasi bahwa RBA dapat menunda penurunan suku bunga.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, masih berada di bawah tekanan menyusul pernyataan dovish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell setelah keputusan suku bunga pada hari Rabu. Powell menampik kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut, sehingga berkontribusi terhadap tekanan terhadap Dolar AS (USD). Seperti yang diharapkan, Bank Sentral AS (Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada 5,25%-5,50% pada pertemuan bulan Mei.
Pedagang kemungkinan menunggu Klaim Pengangguran Awal mingguan, Produktivitas Non Pertanian, dan Pesanan Pabrik dari Amerika Serikat (AS) pada hari Kamis. Rilis ini kemungkinan akan memberikan wawasan lebih lanjut mengenai kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS).
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。
