DOLAR AUSTRALIA MENGUAT KARENA SENTIMEN YANG KURANG DI SEKITAR RBA

avatar
· Views 103



Dolar Australia menguat karena RBA diperkirakan akan mempertahankan suku bunga minggu depan.
National Australia Bank (NAB) mengantisipasi bahwa suku bunga tunai RBA akan tetap stabil pada 4,35% hingga Mei 2025.
Dolar AS melemah karena Fed diperkirakan akan melakukan tiga kali pemangkasan suku bunga tahun ini.
Dolar Australia (AUD) melanjutkan penguatannya terhadap Dolar AS (USD) untuk sesi kedua pada hari Senin. Kenaikan ini disebabkan oleh sentimen agresif seputar sikap kebijakan Bank Sentral Australia (RBA). Tidak seperti bank sentral utama lainnya, RBA diperkirakan akan menunda pelonggaran pengetatan kebijakannya karena tekanan inflasi yang terus-menerus dan pasar tenaga kerja yang ketat.

Penjualan Ritel Australia untuk bulan Juni akan diawasi ketat pada hari Selasa. Pada hari Rabu, data Indeks Harga Konsumen (IHK) kuartal kedua akan dirilis, yang berpotensi memberikan wawasan tentang arah kebijakan moneter domestik di masa mendatang. Beberapa ekonom memperingatkan agar tidak melakukan pengetatan lebih lanjut karena meningkatnya risiko resesi. Minggu lalu, data menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor swasta di Australia melambat pada bulan Juli, dengan aktivitas manufaktur tetap kontraksi dan pertumbuhan di sektor jasa melambat.

Pasangan AUD/USD menguat karena Dolar AS yang melemah. Tanda-tanda meredanya inflasi dan meredanya kondisi pasar tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) telah memicu ekspektasi akan tiga kali pemangkasan suku bunga tahun ini oleh Federal Reserve (Fed), yang dimulai pada bulan September.


免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

この記事が気に入ったら、著者にチップを送って感謝の気持ちを表しましょう。
応答 0

  • tradingContest