Harga emas spot (XAU/USD) terus melonjak di tengah ketegangan geopolitik dan ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif di Amerika Serikat. Pada Jumat (20/9), harga emas mencapai rekor tertinggi di atas US$2.600 per ons. Analis Andy Nugraha dari Dupoin Indonesia menyatakan, lonjakan harga emas mencerminkan kuatnya minat pasar terhadap aset safe haven ini. Meski berpotensi volatilitas tinggi, tren bullish emas diperkirakan akan terus berlanjut, dengan kemungkinan mencapai level tertinggi US$2.625 sebagai target harian. Namun, jika terjadi pembalikan, mungkin terkoreksi ke sekitar US$2.604 sebagai target terdekat. Sementara reli emas yang kuat sepanjang 2024 telah mengurangi minat konsumen ritel di pasar utama seperti China dan India, faktor-faktor seperti pelemahan berkelanjutan dalam dolar AS dan meningkatnya ketegangan global terus mendukung harga emas. Pemangkasan suku bunga 50 basis poin yang tidak terduga oleh The Fed minggu lalu dan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong harga emas ke level tertingginya. Secara keseluruhan, proyeksi harga emas saat ini menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut hingga mencapai US$2.625, didukung oleh kebijakan moneter longgar dari The Fed dan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。
