- Dolar AS berada di bawah tekanan setelah investor merelokasi investasi.
- Ketakutan akan resesi muncul lagi di AS setelah serangkaian data ekonomi yang lemah.
- Indeks Dolar AS mendekati titik terendah baru dalam 15 bulan dan dapat turun di bawah 100,00 jika terjadi tekanan jual lebih lanjut.
Dolar AS (USD) diperdagangkan datar di sesi awal Eropa pada hari Rabu setelah melemah terhadap sebagian besar mata uang utama Asia, seperti Yuan Tiongkok (CNY) atau Rupee India (INR), semalam. Perombakan ini terjadi setelah investor memindahkan investasi mereka dari AS ke ekuitas Tiongkok. Pergerakan ini dipicu oleh rencana stimulus besar-besaran dari pemerintah Tiongkok yang dilaksanakan pada hari Selasa.
Terkait data ekonomi, kalender ekonomi akan sangat sepi, tanpa ada data penggerak pasar yang nyata pada hari Rabu. Satu hal yang mungkin menarik perhatian adalah komentar dari Gubernur Federal Reserve (Fed) Adriana Kugler, yang menyampaikan pidato tentang prospek ekonomi AS di Harvard Kennedy School di Cambridge, Massachusetts. Dari sana, pasar akan waspada terhadap rilis Produk Domestik Bruto (PDB) AS Q2, dan Ketua Fed Jerome Powell akan berpidato pada hari Kamis.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。
