
Dolar AS Melesat, Permintaan Emas Tertekan
Harga emas mencatat penurunan paling tajam dalam lebih dari satu minggu setelah kenaikan tajam nilai tukar US Dollar (USD) yang mencapai level tertinggi sejak bulan Mei. Kenaikan dolar membuat emas, yang dihargakan dalam USD, menjadi relatif lebih mahal untuk pemegang mata uang lain sehingga daya tariknya sebagai safe-haven melemah.
Di sisi lain, ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin akan menahan atau menunda pemangkasan suku bunga juga menekan emas karena imbal hasil aset berpendapatan tetap menjadi lebih atraktif dibanding logam mulia. Seiring kondisi ini, banyak investor yang memilih untuk mengambil keuntungan dan memindahkan posisi dari emas ke aset lain yang lebih menguntungkan dalam kondisi dolar kuat.
Outlook Teknikal & Target Turun ke US$3.900
Melihat kondisi makro dan teknikal saat ini, peluang bagi pasangan XAU/USD (emas terhadap dolar) untuk melanjutkan penurunan ke kisaran US$ 3.900 mulai terbuka. Saat ini emas berada di kisaran dekat US$ 3.970 per ounce.
Risiko penurunan ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain penguatan dolar, permintaan safe-haven yang melemah sementara, dan kemungkinan bahwa reli sebelumnya telah memasuki fase koreksi setelah lonjakan signifikan. Namun demikian, trend jangka panjang emas tetap memiliki dukungan dari inflasi, ketidakpastian geopolitik, dan pembelian bank-sentral, sehingga target US$ 3.900 bisa menjadi momen teknikal koreksi sebelum uptrend lanjutan.
Lebih lengkapny https://www.kvb.co.id/insights...
06 Nov 2025, 14:51 を編集しました
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。
