Harga Minyak Naik 2% Setelah Serangan Ukraina Merusak Depot Minyak Rusia

avatar
· Views 243
Harga Minyak Naik 2% Setelah Serangan Ukraina Merusak Depot Minyak Rusia

     Harga minyak melonjak sekitar 2% pada hari Jumat di tengah kekhawatiran pasokan setelah serangan pesawat nirawak Ukraina menghantam depot minyak di pelabuhan Laut Hitam Rusia, Novorossiysk, pusat ekspor utama. Harga minyak mentah Brent naik $1,24, atau 1,97%, menjadi $64,25 per barel pada pukul 03:15 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik $1,25, atau 2,13%, menjadi $59,94 per barel.

     Serangan pada Jumat pagi tersebut merusak sebuah kapal di pelabuhan, gedung-gedung apartemen, dan sebuah depot minyak di pelabuhan Laut Hitam Rusia, Novorossiysk, yang melukai tiga awak kapal, kata pejabat Rusia. Kenaikan ini terjadi setelah Brent dan WTI turun sekitar 3% pada hari Rabu, terbebani oleh laporan OPEC yang menyatakan bahwa pasokan minyak global akan sesuai dengan permintaan pada tahun 2026, menandai pergeseran lebih lanjut dari proyeksi sebelumnya tentang defisit pasokan. Untuk minggu ini, Brent telah naik 0,94% dan WTI 0,28%.

     Energy Information Administration AS pada hari Kamis melaporkan kenaikan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan minggu lalu, sementara persediaan bensin dan sulingan turun lebih rendah dari perkiraan. Persediaan minyak mentah naik 6,4 juta barel menjadi 427,6 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 7 November, menurut EIA, dibandingkan dengan ekspektasi dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan sebesar 1,96 juta barel.

     Investor juga mencermati dampak sanksi Barat terhadap pasokan minyak Rusia dan arus perdagangan. AS menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan minyak Rusia, Lukoil dan Rosneft, sebagai bagian dari upaya untuk membawa Kremlin ke perundingan damai terkait Ukraina. Sanksi tersebut melarang transaksi dengan perusahaan-perusahaan Rusia setelah 21 November.

     Sekitar 1,4 juta barel minyak Rusia per hari, atau hampir sepertiga dari potensi ekspor laut negara itu, telah ditambahkan ke persediaan yang disimpan di kapal tanker karena bongkar muat melambat akibat sanksi AS terhadap Rosneft dan Lukoil, ungkap JPMorgan pada hari Kamis. Bank tersebut juga mengatakan setelah batas waktu penerimaan minyak yang dipasok oleh perusahaan-perusahaan yang terkena sanksi pada 21 November, bongkar muat kargo bisa menjadi jauh lebih menantang.(Reuters)

免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

この記事が気に入ったら、著者にチップを送って感謝の気持ちを表しましょう。
応答 0

  • tradingContest