
CEO DBS Bank, Tan Su Shan, memberi peringatan kepada investor mengenai potensi gejolak di pasar global. Ia melihat valuasi saham Amerika Serikat yang terus menanjak mulai menimbulkan risiko koreksi besar dalam waktu dekat.
“Kita sudah melihat pasar bergerak sangat volatil. Volatilitas itu bisa muncul pada saham, suku bunga, maupun nilai tukar,” ujarnya kepada CNBC, Jumat (21/11/2025). Menurut Tan, kondisi ini bisa berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Tan, yang memimpin DBS sejak Maret menggantikan Piyush Gupta, menyebut kekhawatiran utama investor saat ini datang dari tingginya valuasi saham-saham teknologi raksasa yang tergabung dalam kelompok Magnificent Seven: Amazon, Alphabet, Meta, Apple, Microsoft, Nvidia, dan Tesla.
“Ada triliunan dolar yang menumpuk hanya di tujuh saham itu. Dengan konsentrasi sebesar itu, wajar jika muncul pertanyaan: kapan gelembung ini pecah?” katanya.
Potensi koreksi juga menjadi pembahasan dalam Global Financial Leaders’ Investment Summit di Hong Kong. Sejumlah pemimpin institusi keuangan memprediksi pasar bisa terkoreksi 10–20 persen dalam 12 hingga 24 bulan ke depan. CEO Morgan Stanley, Ted Pick, bahkan menyebut penurunan seperti itu sehat bagi pasar. Tan sependapat. “Terus terang, koreksi itu sehat,” ujarnya.
Beberapa saham teknologi besar seperti AMD dan Palantir mencatat kinerja kuartalan solid, tetapi harga tetap melemah seiring penurunan Nasdaq. Peringatan Tan sejalan dengan pandangan IMF, Ketua Federal Reserve Jerome Powell, dan Gubernur Bank of England Andrew Bailey yang menilai harga saham global sudah terlalu tinggi.
Tan menyarankan investor mulai meninjau ulang strategi mereka. “Apa pun bentuknya—portofolio investasi, rantai pasokan, atau distribusi permintaan—mulailah melakukan diversifikasi,” kata Tan.
Dengan pengalaman lebih dari 35 tahun di dunia perbankan dan manajemen kekayaan, Tan melihat Asia berpeluang menarik lebih banyak aliran modal dari AS dan membantu menyeimbangkan ekonomi regional. Ia menilai Singapura memiliki posisi kuat sebagai pusat diversifikasi investasi berkat supremasi hukum, sistem keuangan yang transparan, serta stabilitas politik.
“Singapura adalah tempat yang baik untuk berinvestasi. Saya rasa ini bukan tempat yang buruk untuk mulai mendiversifikasi portofolio Anda,” ujarnya.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。
