
Nilai tukar rupiah kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu (25/2) pagi. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp16.832 per dolar AS, melemah tipis 3 poin atau 0,02 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan mayoritas mata uang Asia. Yen Jepang naik 0,16 persen, baht Thailand menguat 0,11 persen, yuan China terapresiasi 0,14 persen, dan peso Filipina melonjak 0,24 persen. Won Korea Selatan juga menguat 0,18 persen. Dolar Singapura tercatat naik 0,09 persen, sementara dolar Hong Kong menguat tipis 0,02 persen pada awal perdagangan pagi ini.
Di kelompok mata uang negara maju, pergerakan juga kompak di zona hijau. Euro Eropa menguat 0,09 persen, poundsterling Inggris naik 0,03 persen, dan franc Swiss menguat 0,04 persen. Dolar Australia terapresiasi 0,21 persen, sedangkan dolar Kanada naik 0,10 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen eksternal, khususnya pernyataan bernada hawkish dari pejabat Federal Reserve yang kembali menopang dolar AS. Selain itu, pelaku pasar juga cenderung bersikap wait and see menjelang hasil perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, yang dapat memengaruhi sentimen global.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah beberapa pernyataan hawkish dari pejabat The Fed. Pelemahan mungkin terbatas, investor cenderung wait and see menjelang perundingan AS-Iran,” ujar Lukman.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS, dengan dinamika eksternal masih menjadi penentu arah pergerakan.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

-終わり-