Harga Emas Tertekan Akibat Mandeknya Negosiasi AS-Iran, Fokus Pasar Beralih ke Data NFP

avatar
· Views 2,620

Harga Emas Tertekan Akibat Mandeknya Negosiasi AS-Iran, Fokus Pasar Beralih ke Data NFP

Harga emas kembali mengalami tekanan pada perdagangan Jumat dan turun ke level terendah dalam sepekan. Logam mulia tersebut bergerak melemah di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Salah satu faktor utama yang membebani harga emas adalah belum adanya kemajuan berarti dalam pembicaraan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Ketidakjelasan arah negosiasi membuat pasar kembali mengkhawatirkan risiko inflasi yang lebih tinggi dan kemungkinan suku bunga tetap berada pada level tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa hingga saat ini belum terdapat perkembangan signifikan dalam upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah. Meski jalur komunikasi dengan Washington masih terbuka, Iran memperingatkan bahwa serangan baru terhadap Beirut dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap menyampaikan optimisme bahwa pembicaraan damai telah memasuki tahap akhir. Namun perbedaan pandangan antara kedua pihak membuat investor memilih bersikap hati-hati dan menunggu perkembangan lebih lanjut.

Ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah laporan mengenai serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Kuwait dan Bahrain menyusul aksi militer Amerika Serikat terhadap kapal tanker yang terkait dengan Iran. Situasi tersebut memperkuat ketidakpastian pasar global dan meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.

Meskipun konflik geopolitik biasanya mendukung aset safe haven seperti emas, kali ini dampaknya berbeda. Kekhawatiran bahwa gangguan pasokan energi dapat mendorong inflasi membuat pasar mulai memperkirakan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve.

Menurut Bart Melek dari TD Securities, ekspektasi inflasi yang lebih tinggi telah mendorong kenaikan imbal hasil obligasi dan menopang kekuatan dolar AS. Kondisi tersebut menjadi faktor negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.

Perhatian pasar kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis malam ini. Konsensus pasar memperkirakan penambahan sekitar 85.000 lapangan kerja pada Mei, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap berada di level 4,3 persen.

Data NFP menjadi indikator penting bagi arah kebijakan The Fed. Jika hasilnya lebih kuat dari perkiraan, dolar AS berpotensi menguat dan memberikan tekanan tambahan pada harga emas. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dan memberikan dukungan bagi logam mulia dalam jangka pendek.

Dengan kombinasi ketidakpastian geopolitik, inflasi, dan data ekonomi AS yang akan segera dirilis, volatilitas harga emas diperkirakan masih akan tetap tinggi dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

この記事が気に入ったら、著者にチップを送って感謝の気持ちを表しましょう。
応答 5
avatar
minggu ini turun lgi..
avatar
kenapa emas turun lgi yah.. pdhl lagi parah ekonomi
avatar
😰😰
avatar
💩
avatar
Hufftt mau nunggu 5k lagi kapan sih

-終わり-