
No.28/134/DKom
Penjualan eceran pada Juni 2026 diprakirakan terjaga. Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2026 diprakirakan sebesar 221,6, terutama ditopang oleh pertumbuhan positif penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori maupun Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya. Secara bulanan, penjualan eceran pada Juni 2026 diprakirakan turun sebesar -0,8% (mtm), lebih baik dibandingkan periode sebelumnya yang turun sebesar -1,5% (mtm). Perkembangan ini dipengaruhi oleh mulainya periode libur sekolah pada akhir Juni 2026.
Pada Mei 2026, IPR tercatat sebesar 223,4. Kinerja tersebut ditopang oleh tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Barang Budaya dan Rekreasi. Secara bulanan, penjualan eceran pada Mei 2026 turun sebesar -1,5% (mtm), lebih baik dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang turun sebesar -11,6% (mtm). Perkembangan tersebut dipengaruhi permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.
Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Agustus 2026 diprakirakan meningkat, sementara pada November 2026 diprakirakan relatif stabil. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus 2026 sebesar 178,0, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada Juli 2026 sebesar 175,8, didorong oleh kenaikan harga bahan baku. Sementara itu, IEH November 2026 diprakirakan sebesar 167,5, relatif stabil dibandingkan dengan IEH Oktober 2026 sebesar 167,6.
Hasil lengkap survei dapat dilihat dalam Survei Penjualan Eceran di website Bank Indonesia.
Jakarta, 9 Juli 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif
Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : [email protected]
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。
