
Setelah sempat melemah hingga menembus Rp18.100 per dolar AS pada akhir Juli 2026, pergerakan rupiah mulai menunjukkan pemulihan dan ditutup menguat ke Rp18.022 per dolar AS pada perdagangan 31 Juli. Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati apakah tekanan terhadap rupiah akan berlanjut hingga menyentuh Rp18.500 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai skenario tersebut belum menjadi kemungkinan utama dalam jangka pendek. Menurutnya, tekanan terhadap rupiah masih didominasi oleh faktor eksternal, terutama pergerakan harga minyak dunia dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Meski harga minyak masih berada di level tinggi, kondisinya dinilai mulai lebih stabil. Selain itu, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan turut mengurangi tekanan terhadap dolar AS, sehingga dapat membantu membatasi pelemahan rupiah.
Di sisi lain, pengamat pasar uang Ariston Tjendra menilai peluang rupiah melemah hingga Rp18.500 per dolar AS tetap terbuka apabila sentimen global kembali memburuk. Salah satu risiko utama berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dapat memicu lonjakan harga energi dan mendorong inflasi global.
Jika kondisi tersebut membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer), dolar AS berpotensi semakin menguat dan memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain faktor global, kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi domestik juga menjadi penentu penting. Respons pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal, mempertahankan kredibilitas kebijakan ekonomi, serta menciptakan kepastian bagi investor akan sangat memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam beberapa bulan mendatang.
Secara keseluruhan, meski rupiah sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, arah selanjutnya masih akan ditentukan oleh kombinasi kebijakan The Fed, perkembangan harga minyak, kondisi geopolitik global, serta sentimen terhadap ekonomi Indonesia. Selama faktor-faktor tersebut tetap terkendali, pelemahan menuju Rp18.500 per dolar AS diperkirakan belum menjadi skenario utama dalam waktu dekat.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

-終わり-