
Ini update terbaru dan alasan kenapa Selat Hormuz masih memengaruhi pergerakan harga instrumen keuangan hari ini!
Penutupan Selat Hormuz sejak awal tahun 2026 membuat harga minyak mentah melonjak tajam. Ketika lalu lintas kapal anjlok drastis dari 100 kapal menjadi hanya sekitar 10 kapal per hari, krisis pasokan global tidak terhindarkan. Runtuhnya kesepakatan gencatan senjata pada awal Juli lalu kembali memicu gejolak pasar secara masif.
Isu geopolitik ini masih menjadi market driver utama sampai ada kepastian diplomasi yang stabil. Dampak nyatanya langsung terlihat pada pergerakan harga instrumen berikut:
- 🛢️ Minyak Dunia (Crude Oil): Sebagai urat nadi energi, gangguan di jalur distribusi ini memicu krisis pasokan global yang membuat harga minyak (Brent & WTI) meroket tajam.
- 🪙 Emas (XAUUSD): Berperan sebagai magnet investor saat krisis. Risiko perang memicu kepanikan pasar untuk melepas aset berisiko dan mengalihkan dana besar ke emas sebagai safe-haven utama.
- 💸 Dolar AS (USD/DXY): USD memegang peran ganda sebagai aset pelindung dan standar transaksi energi. Tingginya risiko pasar dan ancaman inflasi membuat Indeks Dolar menguat pesat, sekaligus menekan mata uang negara berkembang.
Gimana portofolio kalian sejauh ini? Berdampak juga gak? 🤔
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。
