🪙 EMAS · TERTINGGI 3 BULAN
Emas Tembus US$4.640, Buyback Obligasi AS Jadi Pendorong Utama
Harga emas kembali mencuri perhatian pasar. Harga XAU/USD naik ke sekitar US$4.640 per troy ounce pada awal perdagangan Asia, menjadi level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.
XAU/USD
US$4.640
Tertinggi dalam lebih dari 3 bulan
Penguatan emas terjadi ketika Dolar AS melemah dan imbal hasil Treasury AS turun, sementara pasar mencerna rencana pemerintah AS untuk memperbesar program pembelian kembali obligasi pemerintah.
Buyback Obligasi AS Jadi Katalis Emas
Departemen Keuangan AS berencana meningkatkan skala bond buyback untuk surat utang pemerintah bertenor panjang. Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mengatakan nilai pembelian kembali obligasi dapat melebihi US$4 miliar per operasi, naik dari batas sebelumnya sekitar US$2 miliar.
Nilai Buyback per Operasi
Batas Sebelumnya
~US$2 M
Rencana Baru
>US$4 M
— Menteri Keuangan AS Scott Bessent
Langkah ini sempat menekan imbal hasil obligasi jangka panjang. Bagi emas, kondisi tersebut menjadi katalis positif. Pasalnya, emas tidak memberikan bunga. Ketika yield obligasi turun, biaya peluang memegang emas menjadi lebih rendah, sehingga logam mulia relatif lebih menarik bagi investor.
Di saat yang sama, pelemahan Dolar AS membuat emas yang dihargai dalam USD menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan.
Konflik AS-Iran Masih Jadi Risiko
Meski sentimen terhadap emas membaik, pasar belum sepenuhnya aman dari risiko yang dapat membatasi kenaikannya. Pemerintahan Donald Trump memperluas sanksi sekunder terhadap Iran, termasuk berpotensi menargetkan negara atau entitas yang masih melakukan hubungan bisnis dengan Teheran.
Jika ketegangan AS-Iran kembali meningkat, harga energi berpotensi ikut terdorong naik. Kondisi tersebut dapat menciptakan tekanan inflasi baru di AS.
Ini menjadi dilema bagi emas. Inflasi dan ketidakpastian geopolitik biasanya mendukung emas sebagai aset safe haven. Namun, jika kenaikan harga energi membuat The Fed kembali lebih hawkish, suku bunga dan Dolar AS bisa naik, yang justru dapat menekan emas.
PCE AS Jadi Ujian Berikutnya
Perhatian pasar kini beralih ke data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS untuk melihat apakah tekanan inflasi masih cukup kuat untuk memengaruhi kebijakan Federal Reserve. Data tersebut menjadi semakin penting menjelang Simposium Jackson Hole pada Jumat, ketika Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato. Nada yang lebih hawkish dari Warsh dapat memicu kenaikan yield Treasury dan Dolar AS, sehingga berpotensi membatasi reli emas.
Sebaliknya, jika inflasi terlihat terkendali dan The Fed memberikan sinyal lebih lunak, emas berpeluang mendapatkan ruang untuk melanjutkan kenaikan.
Yen Ikut Menguat, USD/JPY Turun ke 158,90
Pelemahan Dolar AS juga terlihat pada pasangan USD/JPY, yang turun ke sekitar 158,90 pada sesi Asia.
Selain tertekan oleh rencana buyback Treasury, Yen mendapat dukungan dari meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga pada September.
Jajak Pendapat Reuters
57% Ekonom
Memperkirakan BoJ naikkan suku bunga September — meningkat tajam dari survei sebelumnya
Artinya, pasar forex kini menghadapi kombinasi yang menarik: Dolar AS tertekan oleh penurunan yield, sementara Yen mendapatkan dukungan dari ekspektasi pengetatan BoJ.
Apakah Reli Emas Bisa Berlanjut?
Meski emas telah mendekati US$4.670, sejumlah analis mengingatkan bahwa kenaikan ini belum tentu menjadi awal reli menuju rekor baru. TD Securities menilai reli emas saat ini masih rentan karena risiko harga energi dan prospek suku bunga belum sepenuhnya hilang. Pasar bahkan masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada 2027.
"Reli emas saat ini masih rentan karena risiko harga energi dan prospek suku bunga belum sepenuhnya hilang." — TD Securities
Pasar bahkan masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada 2027. Dengan demikian, PCE AS dan pidato The Fed di Jackson Hole menjadi dua agenda penting yang dapat menentukan arah emas berikutnya.
Jika Dolar dan yield terus melemah, emas berpotensi mendapat tenaga tambahan. Namun, apabila inflasi kembali panas dan The Fed mengisyaratkan kebijakan lebih ketat, reli emas di atas US$4.650 bisa menghadapi tekanan.
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

-終わり-