The Fed Tahan Bunga di 4%, Sinyal Kenaikan Desember Bikin Pasar Waspada

avatar
· Views 3,697

The Fed Tahan Bunga di 4%, Sinyal Kenaikan Desember Bikin Pasar Waspada
Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75% - 4% pada 28 Oktober 2026, sesuai ekspektasi pasar. Namun, keputusan ini menyimpan dua sinyal penting: inflasi AS masih menjadi masalah dan dua pejabat The Fed justru menginginkan kenaikan bunga sebesar 25 basis poin. Pasar kini menyoroti kemungkinan pengetatan kebijakan pada Desember dan sepanjang 2027.

Suku Bunga Acuan

3,75% - 4%

Dipertahankan

Suara FOMC

10 : 2

Tahan vs naik 25 bps

Dua Pejabat Fed Ingin Bunga Naik, Bukan Ditahan

Dari 12 anggota Federal Open Market Committee (FOMC) yang memberikan suara, 10 mendukung keputusan mempertahankan suku bunga, sementara dua lainnya menolak. Gubernur Fed Lisa Cook dan Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack menginginkan kenaikan sebesar 25 basis poin. Jika usulan mereka diterima, suku bunga akan naik menjadi 4% - 4,25%.

Penolakan Cook menjadi perhatian karena ini merupakan perbedaan suara pertamanya sejak bergabung dengan The Fed pada 2022. Cook juga tengah menghadapi kontroversi terkait upaya Presiden Donald Trump untuk memberhentikannya atas dugaan masalah dalam informasi yang disampaikan pada pengajuan pinjaman rumah. Mahkamah Agung sebelumnya menghentikan upaya tersebut, tetapi pemerintah kembali mendorong proses pemberhentian, dengan sidang dijadwalkan pada awal November.

Sementara itu, Hammack sebelumnya juga pernah mendorong kenaikan bunga. Presiden Fed Dallas Lorie Logan dan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari, yang sama-sama pernah mendukung kenaikan pada rapat Juli, kali ini memilih mengikuti keputusan mayoritas.

Perbedaan suara tersebut memperlihatkan bahwa para pejabat Fed belum sepenuhnya sepakat mengenai seberapa agresif kebijakan yang diperlukan untuk mengendalikan inflasi.


Inflasi Masih Tinggi, The Fed Memilih Menunggu

Dalam pernyataan setelah rapat, The Fed menegaskan bahwa inflasi masih berada pada tingkat tinggi dan membutuhkan lebih banyak data sebelum menentukan langkah berikutnya. Target inflasi bank sentral tetap 2%.

Inflasi telah berada di atas target tersebut selama lebih dari lima tahun, sementara tekanan harga kembali meningkat sejak rapat September. Ukuran inflasi pilihan The Fed diperkirakan masih di atas 3% pada September, termasuk setelah mengeluarkan komponen makanan dan energi yang lebih bergejolak. Para ekonom juga mengkhawatirkan bahwa tekanan inflasi telah meluas, tidak hanya berasal dari energi dan dampak perang Iran.

Meski demikian, The Fed belum ingin terburu-buru menaikkan bunga lagi. Wakil Ketua Fed Philip Jefferson dan Presiden Fed New York John Williams sebelumnya menyampaikan bahwa kondisi ekonomi saat ini masih memberi waktu bagi pembuat kebijakan untuk mengevaluasi langkah berikutnya. Ketua The Fed Kevin Warsh juga tidak memberikan sinyal pasti bahwa kenaikan bunga akan dilakukan pada Desember.

Ekonomi AS Masih Kuat, Pertumbuhan Diperkirakan 3,4%

Di tengah inflasi yang sulit turun, ekonomi AS masih menunjukkan ketahanan. The Fed mengubah deskripsi aktivitas ekonomi dalam pernyataan resminya dari tumbuh secara solid pada September menjadi tumbuh dengan kuat pada Oktober. Tingkat pengangguran tetap rendah, belanja konsumen masih solid, dan investasi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) ikut menopang pertumbuhan.

GDPNow Atlanta Fed — Kuartal III 2026

3,4%

Laju tahunan — berpotensi menjadi pertumbuhan terkuat dalam setahun

Pelacak GDPNow dari Federal Reserve Bank of Atlanta memperkirakan ekonomi AS tumbuh pada laju tahunan 3,4% pada kuartal III 2026. Jika terealisasi, angka tersebut akan menjadi pertumbuhan terkuat dalam setahun. Kombinasi pertumbuhan yang kuat dan inflasi tinggi membuat keputusan The Fed semakin rumit. Bank sentral perlu menyeimbangkan upaya mengendalikan harga dengan risiko memperlambat ekonomi secara berlebihan.

Apakah Suku Bunga Akan Naik Lagi pada Desember?

Sebelum pengumuman terbaru, pasar hanya memperhitungkan peluang kenaikan bunga pada Oktober di bawah 10%, berdasarkan CME FedWatch. Karena keputusan mempertahankan bunga sudah diperkirakan, indeks S&P 500 tetap mempertahankan kenaikannya setelah pengumuman.

Namun, perhatian investor kini beralih ke rapat Desember. Harga kontrak berjangka menunjukkan kemungkinan kenaikan bunga berikutnya cukup besar, dengan peluang kenaikan tambahan pada 2027 juga menjadi perhatian. Meski ekspektasi kenaikan bunga meningkat, proyeksi pasar bukan keputusan resmi The Fed. Warsh tetap menghindari pemberian panduan pasti mengenai arah kebijakan selanjutnya.

Warsh Ubah Agenda Rapat The Fed Mulai 2027

Selain keputusan suku bunga, Warsh mengumumkan perubahan pada agenda rapat FOMC. Pada 2027, The Fed tetap akan mengadakan delapan pertemuan, tetapi satu pertemuan akan dikhususkan untuk membahas strategi kebijakan moneter secara luas. Pertemuan tersebut tidak akan mencakup pemungutan suara suku bunga maupun pernyataan kebijakan setelah rapat. Dengan demikian, hanya enam dari delapan pertemuan terjadwal yang akan menjadi rapat reguler penetapan kebijakan suku bunga, di luar rapat darurat jika diperlukan. Untuk 2028, Warsh memperkirakan dua pertemuan akan dikhususkan untuk diskusi strategi dan enam pertemuan lainnya untuk penetapan kebijakan.

Perubahan prosedur ini dapat mengurangi jumlah kesempatan terjadwal bagi The Fed untuk mengubah suku bunga setiap tahun, meskipun keputusan darurat tetap dimungkinkan. Warsh juga membahas pengaruh AI terhadap pertumbuhan ekonomi AS. Menurutnya, teknologi tersebut menjadi salah satu dari beberapa faktor yang menopang ekspansi ekonomi.

Konferensi pers kali ini berlangsung sekitar 30 menit, lebih singkat dibandingkan durasi sekitar 45 menit yang biasanya digunakan sebelumnya. Wartawan juga dibatasi pada satu pertanyaan, sementara susunan tempat duduk berubah menjadi urutan alfabet terbalik setelah pada September menggunakan urutan alfabet biasa.

Faktor Politik Ikut Membayangi Keputusan

Keputusan The Fed berlangsung menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November, ketika kendali Kongres menjadi salah satu hal yang dipertaruhkan. Independensi bank sentral merupakan prinsip penting bagi para pejabat The Fed. Namun, sebagian pengamat berspekulasi bahwa kedekatan waktu dengan pemilu dapat membuat pembuat kebijakan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah besar.

Presiden Donald Trump, yang mencalonkan Warsh sebagai Ketua The Fed, selama ini berselisih pandangan dengan bank sentral dan menginginkan suku bunga jauh lebih rendah. Di sisi lain, tekanan inflasi dapat membuat The Fed sulit melonggarkan kebijakan. Bank sentral perlu mempertimbangkan data ekonomi tanpa mengabaikan mandat stabilitas harga.

Dampaknya terhadap Dolar AS, Emas, dan Saham

Keputusan mempertahankan bunga tidak otomatis membuat dolar AS melemah atau emas menguat. Arah pasar akan bergantung pada bagaimana investor menafsirkan pernyataan The Fed dan data ekonomi berikutnya.

Dolar AS

Ekspektasi kenaikan bunga dapat mendukung dolar karena potensi imbal hasil aset AS yang lebih tinggi. Namun, jika data inflasi melemah dan peluang kenaikan bunga berkurang, dolar bisa kehilangan dukungan.

Harga emas (XAU/USD)

Emas berpotensi menghadapi tekanan jika dolar dan imbal hasil obligasi AS meningkat akibat ekspektasi pengetatan kebijakan. Sebaliknya, berkurangnya ekspektasi kenaikan bunga dapat mendukung emas. Pergerakannya juga dipengaruhi risiko geopolitik dan permintaan aset aman.

Pasar saham

Suku bunga tinggi berpotensi meningkatkan biaya pinjaman dan menekan valuasi saham. Namun, pertumbuhan ekonomi yang kuat dan investasi AI dapat menjadi faktor penyeimbang.

Bagi trader, fokus utama adalah data inflasi, tenaga kerja, dan perkembangan ekonomi AS menjelang rapat Desember. Perubahan ekspektasi suku bunga dapat memicu volatilitas pada pasangan mata uang berbasis dolar, emas, dan indeks saham.

Kesimpulan

The Fed memilih mempertahankan suku bunga di 3,75% - 4% sambil menunggu lebih banyak data, tetapi dua pejabat yang menginginkan kenaikan 25 basis poin menunjukkan bahwa kekhawatiran inflasi belum mereda.

Ekonomi AS yang masih kuat memberi ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan kebijakan ketat. Karena itu, rapat Desember menjadi agenda penting untuk dipantau, meskipun kenaikan bunga belum dipastikan.

免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

この記事が気に入ったら、著者にチップを送って感謝の気持ちを表しましょう。
応答 7
avatar
Desember bisa chaos nih
avatar
sesuai prediksi sih
avatar
Ah gak asik td malem
avatar
Siap siap bunga BI naik
avatar
avatar
Tunggu next aja wkwkw
avatar
Desember nih mantap

-終わり-

  • tradingContest