IDXChannel - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menegaskan rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan dapat memperkuat tata kelola serta mendorong pertumbuhan bursa ke depan.
Friderica menjelaskan, saat ini terdapat tantangan dalam struktur kepemilikan BEI karena anggota bursa juga berperan sebagai pemegang saham. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan potensi konflik kepentingan dalam proses pengambilan keputusan maupun aspek pengawasan perusahaan tercatat.
OJK Denda Indosaku Rp875 Juta Akibat Pelanggaran Penagihan Pihak Ketiga"Sekarang ini misalnya sifat yang muncul itu, pada saat yang sama mereka adalah pemegang saham kita. Jadi misal pak Jeffrey (Pjs Dirut BEI) ini kalau mau jadi direksi bursa harus meminta suara ke mereka (anggota bursa). Tapi ketika sudah jadi, nanti yang memeriksa, memberikan sanksi, menghukum dan lain-lain (jadi tantangan)," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, ditulis Selasa (12/5/2026).
Melalui demutualisasi, kata dia, diharapkan tata kelola BEI menjadi lebih baik dan independen, sehingga mampu memperkuat peran bursa sebagai infrastruktur utama pasar modal nasional.
OJK Minta Investor Tak Panik Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, Begini AlasannyaIdxchannelから転載、著作権はすべて原作者に帰属します。
免責事項:本記事で述べられている見解は著者の見解のみであり、Followmeの公式見解を反映するものではありません。Followmeは、提供された情報の正確性、完全性、信頼性について一切責任を負いません。また、書面で明示的に記載されている場合を除き、本記事の内容に基づいて行われたいかなる行動についても責任を負いません。

古いコメントはありません。ソファをつかむ最初のものになりましょう。